PUTUS RANTAI RENTENIR, TIGA MENTERI RESMIKAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI EKAS

LOMBOK TIMUR Barbarpos.com – Laut Ekas selama ini memberi ikan, tapi tidak memberi keadilan. Hasil tangkapan laku murah karena tak ada pendingin. Nelayan terpaksa berhutang ke tengkulak dengan bunga mencekik. Pola itu yang ingin diputus pemerintah. Jumat (31/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto turun langsung ke Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Zulkifli Hasan blak-blakan menyoroti nasib nelayan yang rajin melaut tapi tetap miskin. Bagaimana bisa kaya kalau utangnya terus melilit. Sehari bunga hutangnya sekian. Ia ingin memutus pola lama ini agar nelayan bisa tenang, senang, makmur, dan terhormat di negerinya sendiri.

‘Jika pemerintah tidak hadir dan peduli, maka yang makmur justru nelayan asing, sementara kawasan pantai kita dikuasai mereka,” tegasnya.

Jawaban pemerintah ada di KNMP Ekas. Kawasan ini dijadwalkan resmi beroperasi Desember mendatang. Di dalamnya ada paket lengkap untuk nelayan, pabrik es, cold storage, tempat pelelangan ikan, SPBN, bengkel perahu, hingga kios kuliner.

Artinya, saat harga ikan jatuh, nelayan tidak perlu panik menjual. Ikan bisa disimpan di cold storage dan dikeluarkan saat harga naik. Posisi tawar nelayan naik, tengkulak kehilangan celah.

Selain infrastruktur, pemerintah menyiapkan akses pembiayaan murah. Koperasi dan bank milik negara akan menyalurkan pinjaman dengan bunga sekitar 8 persen per tahun, untuk menggantikan rentenir berbunga harian.

Pemerintah menargetkan Nilai Tukar Nelayan naik dari 103 sekarang menjadi 120 pada 2027.

Dukungan lain, 40 unit kapal baru akan diberikan kepada nelayan di KNMP Ekas untuk memperkuat armada melaut.

“Sebagai bentuk dukungan kepada nelayan kita akan berikan bantuan 40 kapal, supaya bisa meningkatkan kesejahteraan,” janji Zulhas.

Kehadiran tiga menteri disambut riuh warga. Para nelayan berharap KNMP benar-benar jadi rumah baru bagi kemandirian mereka, dan menjadi langkah nyata Indonesia menuju swasembada pangan dari laut.

Bagikan: