Tambahan DAU dan DBH Cair, Lotim Gas Pol Bangun Jalan, RS, dan Rehab Masjid Agung Rp50 Miliar

LOMBOK TIMUR – Barbarpos.com Dompet APBD Lombok Timur tahun 2026 bertambah gemuk. Pemerintah Pusat mengucurkan tambahan Dana Transfer berupa penyesuaian Dana Alokasi Umum dan kurang bayar Dana Bagi Hasil.

Uang tambahan itu langsung dibelokkan Pemda untuk mengejar program prioritas yang paling dirasakan masyarakat. Mulai dari jalan rusak, layanan rumah sakit, sampai rehab Masjid Agung Al-Mujahidin Selong.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik saat mewakili Bupati pada Rapat Paripurna Penyampaian Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD 2026 di Rupatama DPRD Lombok Timur, Rabu (9/9). Rapat itu juga menjadi panggung pengumuman proyek tahun jamak rehab masjid kebanggaan warga Selong.

“Tambahan dana transfer ini memberi ruang fiskal bagi kita untuk menyesuaikan kebijakan anggaran. Tujuannya satu, agar sasaran pembangunan daerah benar-benar tercapai,” kata Juaini.

Dari tambahan anggaran itu, infrastruktur kebagian porsi besar. Pemda menganggarkan lebih dari Rp71 miliar untuk belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi. Fokusnya bukan asal bangun. Ruas jalan yang dipilih adalah yang punya dampak langsung bagi aktivitas warga dan pergerakan ekonomi.

Di sektor kesehatan, dana diarahkan untuk dua hal penting. Pertama, pengadaan alat kesehatan di tiga Rumah Sakit Umum Daerah. Kedua, menambah kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan.

Anggaran juga disiapkan agar pelaksanaan Pilkades serentak bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Poin yang paling menyita perhatian adalah rencana rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Proyek ini masuk sebagai sub kegiatan tahun jamak dan akan dikerjakan selama tiga tahun hingga 2028 dengan pagu Rp50 miliar.

Tujuannya tidak hanya mempercantik bangunan. Pemda ingin fungsi masjid diperluas. Selain tempat shalat, masjid ini akan dilengkapi sarana agar bisa dipakai untuk kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan umat.

Rehab juga menyasar kawasan sekitar. Lapangan Tugu akan ditata dan diintegrasikan menjadi bagian lanskap Masjid Al-Mujahidin.

Secara angka, Perubahan KUA dan PPAS 2026 menunjukkan lompatan. Pendapatan daerah naik dari Rp3,108 triliun lebih menjadi Rp3,301 triliun lebih. Artinya ada tambahan Rp193,510 miliar.

Belanja daerah ikut naik Rp290,558 miliar lebih, dari Rp3,108 triliun lebih menjadi Rp3,399 triliun lebih. Sementara pos Penerimaan Pembiayaan yang sebelumnya kosong, kini dianggarkan Rp124,47 miliar lebih.

Bagi Juaini, perubahan ini adalah bukti komitmen Pemda untuk hadir lebih dekat ke masyarakat. Uang negara yang turun harus kembali dalam bentuk jalan yang mulus, layanan kesehatan yang lebih baik, dan rumah ibadah yang megah dan bermanfaat luas.

Dengan tambahan anggaran ini, Pemda Lotim berharap pembangunan 2026 bisa melaju lebih cepat. Dari desa ke kota, dari jalan ke rumah sakit, hingga ke tempat ibadah, semua kebagian.

Bagikan: