SURALAGA – Barbarpos.com Dua tahun jelang Pilkades, Desa Tumbuh Mulia tidak mau kecolongan. BPD langsung tancap gas membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa Tahun 2027.
Musyawarah digelar Rabu, 16 September 2026, di Aula Kantor Desa Tumbuh Mulia. Auranya sudah seperti Pilkades betulan. Kursi aula penuh. Hadir perwakilan Camat Suralaga melalui Kasi Pemerintahan, Pj. Kepala Desa Tumbuh Mulia Lalu Gde Swiyadi, S.Sos., pendamping desa, Ketua dan anggota BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, hingga emak-emak PKK dan tokoh perempuan.
Musyawarah dipimpin langsung Ketua BPD, Muh. Munir Fauzi, M.Pd. Satu agenda, satu tujuan, memastikan Pilkades 2027 berjalan tanpa cacat.
Hasilnya, tujuh nama disepakati menjadi panitia. Komposisinya sengaja dibuat merata, agar tidak ada yang bisa mengklaim Pilkades milik kelompok tertentu.
Ketua dipercayakan kepada H. Ma’ruf, M.Pd. dari tokoh masyarakat, Sekretaris Muh. Abdaluddin, SE. dari perangkat desa, dengan lima anggota yakni Hariadi, S.Ag. dari tokoh agama, Padli Rahman Siddiq, S.Pd. dari tokoh pemuda, Muh. Eri Wirjayadi, S.Pd. dari tokoh masyarakat, M. Mawardi, S.Pd. dari tokoh pemuda, dan Sanis Satri Wulan, S.Pd. dari tokoh perempuan. Tujuh orang, tujuh unsur, satu komitmen, Pilkades harus jujur dan terbuka.
Ketua BPD, Muh. Munir Fauzi,M.Pd. pun langsung mengunci panitia dengan pesan integritas.
“Panitia yang telah terbentuk ini memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal proses pemilihan kepala desa. Kami berharap seluruh panitia dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, netralitas, transparansi, dan tidak berpihak kepada calon maupun kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.
Ia tidak ingin Pilkades memecah belah warga.
“Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat desa. Karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengedepankan musyawarah, keterbukaan, ketertiban, serta menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Pesan keras juga datang dari Kecamatan Suralaga. Kasi Pemerintahan yang mewakili Camat mengingatkan panitia jangan jalan sendiri.
“Kami mengharapkan panitia yang telah terbentuk dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Setiap tahapan harus dilaksanakan secara tertib, transparan dan sesuai ketentuan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD dan unsur terkait juga harus terus dilakukan,” ungkapnya.
Ia menitipkan pesan penting agar warga tidak mudah terprovokasi.
“Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh proses berjalan dengan aman, damai dan kondusif, sehingga menghasilkan kepala desa melalui proses yang sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Sementara Pj. Kades Tumbuh Mulia, Lalu Gde Swiyadi, S.Sos., memastikan pemerintah desa siap menjadi penyokong penuh, bukan penonton.
“Pemerintah Desa Tumbuh Mulia siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan seluruh tahapan Pilkades sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Kami berharap panitia dapat bekerja secara profesional, transparan dan bertanggung jawab,” ujar Lalu Gde Swiyadi.
Ia juga mengajak warga tetap satu barisan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kondusivitas Desa Tumbuh Mulia. Siapa pun yang nantinya terpilih merupakan bagian dari masyarakat kita, sehingga persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Kini panitia sudah terbentuk, tahapan demi tahapan siap digulirkan. Pilkades Tumbuh Mulia 2027 resmi memasuki start awal, dengan harapan melahirkan pemimpin desa yang lahir dari proses yang bersih, damai, dan dipercaya semua warga.
