LOMBOK TIMUR – Barbarpos.com Aksi bejat terduga pelaku pelecehan terhadap gadis berkebutuhan khusus di Sambelia terbongkar setelah tetangga korban memergoki kejadian tersebut di dalam rumah pelaku.
Polsek Sambelia bergerak cepat. Seorang nelayan berinisial S alias B, 50 tahun, warga Dusun Tibu Borok, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, diamankan pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 10.00 Wita.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan ibu kandung korban. Putrinya yang berusia 21 tahun dan memiliki keterbatasan mental diduga menjadi korban pelecehan yang dilakukan tetangganya sendiri.
Peristiwa itu pertama kali diketahui pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Seorang warga berinisial S melihat korban berada di dalam rumah terduga pelaku. Pada saat itu terduga pelaku diduga berusaha mencium korban. Melihat kejadian janggal tersebut, saksi langsung bergegas menuju rumah orang tua korban dan menceritakan apa yang dilihatnya.
Diterangkan Kapolsek Sambelia , AKP Lalu Abdul )adir, SH., Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah mengingat kejadian sehari sebelumnya. Pada Jumat, 18 September 2026, saksi yang sama sempat memperingatkan ibu korban agar melarang anaknya bermain ke rumah terduga pelaku. Saat itu korban sempat bercerita bahwa dirinya telah disetubuhi sebanyak tiga kali.
Ketika ditanya langsung oleh keluarga, korban dengan terbata mengaku perbuatan itu terjadi sebanyak empat kali. Modusnya, korban dibujuk dengan diberi uang Rp2.000.
Mendengar pengakuan tersebut, orang tua korban tidak terima dan langsung mendatangi Polsek Sambelia untuk melapor.
Piket KSPK III Polsek Sambelia yang menerima laporan langsung melakukan pengamanan terhadap terduga pelaku. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, terduga pelaku kini diamankan di Mapolres Lombok Timur.
Polisi masih mendalami kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku, korban, dan saksi-saksi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak dan penyandang disabilitas yang rentan menjadi korban kejahatan seksual di lingkungan terdekat.
