LOMBOK TIMUR – Barbarpos.com Komitmen petani Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya untuk berzakat tak main-main. Kelompok Tani Barokah Zakat kembali menyetor zakat pertanian sebesar Rp15 juta kepada BAZNAS Kabupaten Lombok Timur.
Penyerahan setoran kedua ini berlangsung di Rupatama BAZNAS Lotim, Selasa 30 September 2026. Zakat diserahkan langsung Ketua Kelompok Tani Barokah Zakat Akhyar Raosyidi dan diterima Sekretaris BAZNAS Lotim Nurul Hadi, didampingi Pendamping BAZNAS RI M Zainul Arifin.
Kelompok Tani Barokah Zakat merupakan kelompok tani binaan BAZNAS RI yang tak hanya dibina soal produksi pertanian, tetapi juga penguatan kesadaran zakat.
Dengan setoran kedua Rp15 juta ini, total zakat yang sudah diserahkan kelompok tersebut mencapai Rp37,5 juta. Sebelumnya pada setoran pertama mereka menyetor Rp22,5 juta.
Ketua Kelompok Tani Barokah Zakat Akhyar Raosyidi mengatakan zakat tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
“Zakat ini bentuk syukur kami atas hasil pertanian yang diberikan Allah SWT. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi para mustahik dan membantu kesejahteraan masyarakat,” ujar Akhyar.
Akhyar juga mengapresiasi pendampingan BAZNAS RI dan BAZNAS Lotim yang terus membina kelompoknya hingga semakin produktif dan sadar zakat.
Sementara itu Sekretaris BAZNAS Lotim Nurul Hadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi petani Gunung Malang. Menurutnya ini bukti nyata tumbuhnya kesadaran zakat di kalangan petani.
“Apa yang dilakukan Kelompok Tani Barokah Zakat bisa menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya. Zakat yang dihimpun akan kami kelola dan salurkan sesuai ketentuan kepada yang berhak,” kata Nurul Hadi.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lotim H Murjoko. Ia menilai potensi zakat pertanian di Lombok Timur sangat besar dan perlu terus didorong.
“Potensi zakat pertanian di Lombok Timur cukup besar. Apa yang dilakukan Kelompok Tani Barokah Zakat ini merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan,” kata Murjoko.
Ia berharap sinergi BAZNAS RI, BAZNAS Lotim dan kelompok tani binaan terus berlanjut, sehingga aktivitas pertanian berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan pelaksanaan kewajiban zakat.
