TP2DD Lotim Terbaik di NTB, Bupati: Jangan Puas, Tekan Kebocoran!

Lombok Timur – Barbarpos.com Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengingatkan agar Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Lombok Timur tidak cepat berpuas diri, meski telah meraih predikat cukup baik dan terbaik di NTB.

 

Hal itu diungkap Bupati sebelum membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah TP2DD Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati, Selasa (6/10/2026).

Bupati menilai predikat yang diraih pada tahun 2025 tersebut harus menjadi tolok ukur untuk kinerja yang lebih baik, sebab kabupaten/kota lain juga terus berpacu sehingga TP2DD Lombok Timur harus bekerja lebih keras lagi.

Berkaca dari capaian tahun 2026 yang dinilai belum optimal, Bupati meminta TP2DD dan OPD penghasil pendapatan melakukan optimalisasi dengan memastikan setiap titik penerimaan memiliki kanal pembayaran digital yang mudah digunakan. Langkah tersebut guna menekan kebocoran pendapatan yang masih terjadi.

Pada kegiatan tersebut, Bupati juga meminta agar setiap data transaksi tercatat dan dapat direkonsiliasi secara cepat dan akurat. Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan edukasi masyarakat dan pelaku usaha agar peralihan dari transaksi tunai ke nontunai dipahami sebagai sebuah kemudahan.

Ditekankannya bahwa elektronifikasi bukan sekadar perubahan cara membayar.

“Elektronifikasi bukan hanya untuk mengubah cara membayar, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),” tegasnya.

Menurutnya, data transaksi digital harus dapat dimanfaatkan untuk membaca kepatuhan wajib pajak, menemukan potensi yang belum digarap, mengurangi kebocoran, dan mempercepat pengambilan keputusan.

Di hadapan seluruh pimpinan OPD yang hadir, Bupati mengakui masih adanya keterbatasan jaringan maupun literasi terkait digitalisasi. Karena itu ia berharap adanya koordinasi dan sinergi seluruh OPD, baik untuk mengedukasi masyarakat, maupun memperkuat jaringan, termasuk penyediaan layanan terukur.

Lebih jauh, Bupati Haerul meminta agar TP2DD Lombok Timur tidak sekadar mengejar indeks, melainkan membangun ekosistem digital yang matang dan terintegrasi, di samping rekonsiliasi penerimaan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Senada, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Ignatius Adhi Nugroho yang turut hadir mengakui secara indeks Lombok Timur adalah yang terbaik di NTB dengan skor 98,5 persen. Skor tersebut menunjukkan performa sangat kuat dan stabil.

Namun begitu, ia melihat masih ada ruang yang dapat dioptimalkan yaitu aspek realisasi yang masih di angka 85 persen.

Menurutnya diperlukan penguatan berbasis data dengan pemantauan capaian transaksi per kanal, OPD, dan jenis penerimaan. Ia merekomendasikan optimalisasi layanan pajak dan retribusi, serta penguatan edukasi dan visibilitas dengan mendorong OPD dan Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) memastikan kanal pembayaran tampil jelas di loket maupun media sosial.

Kegiatan yang juga dihadiri akademisi dan praktisi keuangan serta diisi dengan diskusi tersebut diharapkan dapat memetakan hambatan serta merumuskan alternatif penyelesaian tantangan percepatan dan perluasan digitalisasi di Lombok Timur.

Bagikan: