Lombok Timur – Barbarpos.com Kabar tentang pasien yang kesulitan mendapat ruangan di RSUD dr. R. Soedjono Selong sampai ke telinga pimpinan. Plt Direktur dr. H. Lalu Ofan Hendardi tidak membalasnya dengan pernyataan, ia memilih turun langsung.
Kamis 15 Oktober, bersama Waka BANGKIT Lombok Timur Lalu Satria, Ofan menyusuri ruang demi ruang. IGD disapa, ruang P3 dilihat, ruang saraf dan ruang bedah ditengok satu per satu. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang merasa ditolak karena tidak ada ruangan tersedia.
Di setiap sudut, ia berhenti sejenak. Melihat kesiapan tempat tidur, menyapa petugas jaga, bahkan memperhatikan tempat sampah medis dan nonmedis. Baginya, pelayanan yang baik dimulai dari hal kecil yang sering luput, kebersihan, kerapian, dan rasa aman.
Kehadiran BANGKIT bukan sebagai pengawas yang menekan, melainkan sebagai mitra yang ikut menjaga agar rumah sakit ini tetap berada di jalurnya, melayani dengan hati.
Sidak ini terasa berbeda. Tidak ada marah-marah, tidak ada saling menyalahkan. Yang ada adalah upaya untuk memahami kegelisahan warga yang datang dengan harapan sembuh.
RSUD Soedjono Selong adalah tumpuan banyak keluarga di Lombok Timur. Ketika satu keluarga cemas karena tidak mendapat ruangan, kecemasan itu menjadi pekerjaan bersama.
Langkah kecil Ofan hari itu meninggalkan pesan sederhana, rumah sakit yang baik bukan hanya soal gedung dan alat canggih, tapi tentang memastikan setiap pasien yang datang merasa ada tempat untuknya, ada yang peduli, dan ada yang siap merawat dengan manusiawi.
