Lombok Timur – Barbarpos.com Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Sumbawa Barat (KSB) sepakat membangun ekosistem pangan bersama untuk meredam gejolak harga. Kesepakatan itu dikuatkan dalam Capacity Building TPID Sumbawa Barat di Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyebut kolaborasi lintas daerah kini menjadi kebutuhan mendesak. Ia menilai harga pangan tidak bisa dikendalikan sendiri karena dipengaruhi pasokan, distribusi, hingga iklim.
“Kolaborasi dan sinergi lintas daerah menjadi kunci utama yang sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Wabup Edwin.
Lotim yang dikenal sebagai lumbung pangan cabai, bawang, dan telur, selama ini masih menghadapi fluktuasi harga saat panen raya. Sementara Sumbawa Barat dengan pertumbuhan industri tambangnya memiliki daya beli tinggi namun bergantung pada pasokan luar.
Untuk menjawab itu, Asisten Perekonomian KSB Syahril mengusulkan 5 pilar sinergi. Mulai dari integrasi data harga dan stok secara real time, pembentukan konsorsium logistik laut untuk menekan biaya angkut 10-15 persen, hingga pengembangan sentra produksi dan cadangan pangan bersama.
Di sisi lain, Lotim telah menjalankan strategi 4K. Bukti konkritnya, ada pengadaan bibit Rp1,1 miliar untuk PKK dan GOW, greenhouse cabai Rp1,5 miliar oleh PD Agro Selaparang, serta bansos sembako Rp30 miliar untuk 198 ribu KK. Operasi pasar murah juga digelar di 21 kecamatan bersama BI dan Bulog.
“Kami berharap forum ini melahirkan aksi nyata, bukan hanya diskusi,” tegas Wabup Edwin.
