Dari Porang 10 Kilo ke Tiongkok, Bupati Lotim: UMKM Jangan Lagi Jual Bahan Mentah

SELONG – Barbarpos.com || Lombok Timur punya semua modal untuk kaya. Sawah luas, kebun subur, laut berlimpah, ternak ada di mana-mana. Itu yang membuat UMKM Lotim jadi yang terbanyak di NTB.

Tapi Bupati H. Haerul Warisin geram. Potensi melimpah masih dijual murah dalam bentuk bahan mentah.

“Jangan hanya bangga dengan jumlah. Saatnya bicara kualitas dan nilai tambah. Kalau terus jual mentah, kapan sejahteranya,” tegas Bupati saat membuka Forum KSSK NTB 2026 di Rupatama 2 Kantor Bupati, Rabu 16 September 2026.

Forum yang mempertemukan Bank Indonesia, OJK, DJPb, DJP, dan LPS itu mengusung tema Sinergi dalam Mendukung Program Desa Berdaya. Dan Lotim datang dengan bukti, bukan janji.

Tahun 2025 lalu Pemda sudah menyuntik Rp20 miliar dana tunai untuk modal UMKM. Mulai dari olahan hasil tani, ternak, sampai tenun. Tapi Bupati menilai modal saja tidak cukup.

“Produk kita bagus, tapi banyak yang lemah di manajemen dan literasi keuangan. Padahal dari produksi sampai jadi uang, semua butuh hitung-hitungan yang matang,” katanya.

Lalu Bupati membuka kartu truf. Di Lotim berdiri satu-satunya pabrik pengolahan porang berkapasitas besar di NTB. Pabrik ini yang akan mengubah nasib petani.

Ia menjelaskan, dengan bibit besar, porang bisa dipanen 6 sampai 8 bulan saja. Satu umbi bisa berbobot 6 sampai 10 kilogram. Dari situ bisa jadi tepung porang dan chips yang harganya berkali lipat.

“Setelah jadi tepung, bukan hanya untuk ekspor, sisanya bisa jadi bahan pangan lokal. Nilai gunanya banyak,” ujarnya.

Dan ekspor itu bukan wacana. Bupati memastikan ekspor perdana tepung porang Lotim langsung ke Tiongkok akan terjadi dalam hitungan hari. Ia sudah koordinasi langsung dengan Kementerian Keuangan agar izin karantina keluar satu sampai dua hari ke depan.

Kabar itu membuat Pemprov NTB memberi perhatian khusus. Kepala Bappeda NTB Iskandar Zulkarnaen menyebut Lotim jadi penerima fasilitasi terbanyak tahun 2026. Ada 7 Desa Berdaya Transformatif dan 64 Desa Berdaya Tematik yang akan menerima transfer dana langsung ke masyarakat.

Untuk menjaga agar dana tidak habis untuk konsumtif, 144 pendamping diterjunkan. Mereka akan mengawal keuangan keluarga penerima dan mendorong UMKM lokal naik kelas hingga siap ekspor.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi BI, OJK, dan DJPb. Menurutnya semua program OPD di NTB kini wajib fokus menurunkan kemiskinan absolut yang masih 11,17 persen atau sekitar 624.000 jiwa menjadi di bawah 10 persen.

Iskandar juga menyentil pertumbuhan ekonomi NTB yang 7,4 persen tapi masih ditopang tambang yang kurang inklusif. Melalui RPJMD, pemerintah akan melakukan transformasi ekonomi ke sektor kelautan, pariwisata, dan UMKM yang lebih menyentuh rakyat.

Dukungan senada datang dari Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Ignatius Adhi Nugroho. Ia menilai semangat Lotim mengoptimalkan potensi desa sangat sejalan dengan program Desa Berdaya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan plakat simbolis kepada Sekda Lotim, Bappeda NTB, Kadis Perdagangan Lotim, perwakilan UMKM Desa Berdaya Lendang Nangka, dan UMKM Tenun Nyelangkok Desa Berdaya Kembang Kerang.

Bagikan: