LOMBOK TIMUR – Barbarpos.com Perjuangan Samsudin, 28 tahun, Pekerja Migran Indonesia asal Dusun Anak Dui, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, berakhir pilu di tanah rantau. Ia meninggal dunia setelah tertimpa pohon sawit di perkebunan tempatnya bekerja di Kluang, Johor, Malaysia.
Jenazah almarhum akhirnya tiba di Lombok pada Minggu, 20 September 2026. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah tiba di rumah duka di Dusun Lengkok Ratu, Desa Kesik. Jenazah kemudian disalatkan di Masjid Al-Islah dan dimakamkan di Pemakaman Umum Mentagi.
Samsudin diketahui berangkat ke Malaysia pada tahun 2023 melalui jalur resmi untuk bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Namun pada 14 September 2026, hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan perkebunan. Sebuah pohon sawit tumbang dan menimpa dirinya hingga meninggal dunia di lokasi.
Kepulangan jenazah dalam peti itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Di tengah suasana haru tersebut, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur hadir memberikan pelukan empati.
Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, datang langsung bersama rombongan untuk menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan bantuan kepada keluarga almarhum.
“Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar perwakilan BAZNAS di sela prosesi pemakaman.
Turut hadir Camat Masbagik, Dandim 1615 Lombok Timur, Kepala Desa Kesik, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga Lombok Timur saat salah satu warganya tertimpa musibah di perantauan.
BAZNAS menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen sosial yang tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menguatkan solidaritas dan gotong royong warga.
