Guru Mengabdi 35 Tahun Akhirnya Dapat Penghargaan

SELONG – Rabu, 23 September 2026, Aula Kemenag Lombok Timur penuh sesak. Bukan ada ujian atau rapat dinas, tapi 700 guru RA, MI, MTs dan MA nonsertifikasi dari Suralaga dan Sukamulia berkumpul dengan wajah berbinar. Baznas Lombok Timur kembali menepati janji.

Untuk ketujuh kalinya, Baznas mencairkan insentif bagi guru honorer. Program yang sudah menjadi agenda rutin ini disambut antusias. Hadir langsung Ketua Baznas H. Muhammad Kamli, Wakil Ketua Dr. Asbullah, jajaran amil Baznas dan jajaran Kemenag.

Kamli mengatakan, perhatian kepada guru nonsertifikasi adalah cara Baznas memastikan zakat, infak dan sedekah kembali ke orang yang paling berhak. Mereka yang setiap hari mengajar tanpa pernah menuntut lebih.

“Semoga pengabdian bapak dan ibu yang tulus dan ikhlas selama ini menjadi amal ibadah dan dibalas Allah dengan pahala berlipat. Nilai insentifnya mungkin tidak seberapa dibanding pengorbanan, tapi ini bentuk cinta kami,” ucapnya dengan suara bergetar.

Baznas ternyata tidak berhenti di insentif. Sebuah terobosan diungkap Kamli, lebih dari 2.000 guru nonsertifikasi di Lotim sudah diam-diam didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Jika terjadi apa-apa saat mengabdi, mereka tidak lagi sendirian. Perlindungan yang sama juga diberikan untuk guru ngaji dan marbot masjid di seluruh Lombok Timur.

Puncak acara justru membuat suasana hening. Mewakili Bupati Lombok Timur, Kamli memanggil tiga sosok paling senior. Seorang guru yang mengabdi 35 tahun, satu lagi 30 tahun, dan satu lagi 25 tahun. Puluhan tahun mereka mengajar tanpa sertifikasi, tanpa kepastian, hanya berbekal keikhlasan.

Ketika nama mereka dipanggil dan diberikan reward Rp1,5 juta, tepuk tangan panjang pecah. Beberapa guru lain terlihat menyeka mata. Inilah potret pahlawan sesungguhnya.

 

Baznas menegaskan, ini baru permulaan. Selama zakat masih dikelola dengan amanah, program untuk guru, penjaga masjid dan pejuang agama di pelosok akan terus diperluas. Karena bagi Baznas Lotim, memuliakan guru adalah cara memuliakan masa depan Lombok Timur itu sendiri.

Bagikan: