MATARAM – Barbarpos.com Di saat banyak orang memilih menahan diri karena ekonomi yang belum menentu, LSM Garuda Indonesia justru memilih mengetuk pintu-pintu warga yang paling rentan.
Jumat pagi 25 September 2026, suasana di Lingkungan Kamasan, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram tampak berbeda. Sekitar 30 anak yatim piatu dan janda berkumpul. Bukan untuk mengantre bantuan pemerintah, melainkan menerima uluran tangan dari LSM Garuda Indonesia. Aksi serupa juga digelar di Lingkungan Karang Tatah.
Tidak ada panggung megah, tidak ada spanduk besar. Hanya paket santunan yang dibagikan langsung dari tangan ke tangan.
Direktur LSM Garuda Indonesia M. Zaini menyebut kegiatan ini bukan aksi insidental. Ini adalah gerakan rutin yang sudah menjadi nafas lembaganya.
“Kegiatan kami ini santunan rutin. Untuk membantu warga. Semoga bisa meringankan beban warga di tengah situasi ekonomi yang tak menentu seperti sekarang ini,” kata Zaini dengan nada santai namun penuh makna.
Bagi Zaini, berbagi bukan soal jumlah. Di tengah harga kebutuhan yang naik dan penghasilan warga yang seret, sekecil apapun bantuan akan sangat berarti. Yang lebih penting, kepedulian itu menular.
“Harapannya apa yang kami lakukan ini dapat memicu dan menggerakkan hati dermawan lainnya. Jangan biarkan tetangga kita berjuang sendirian,” ujarnya.
Dan benar saja, di Kamasan, mata yang berkaca-kaca dan senyum tipis dari para janda dan anak yatim menjadi bukti. Di tengah sulitnya hidup, mereka masih diingat.
LSM Garuda percaya, negara mungkin punya program besar, tapi kekuatan pertama warga saat terjepit selalu datang dari lingkungan sekitarnya sendiri.
