SELONG – Barbarpos.com Anggaran hibah Rp27,7 miliar di perubahan APBD Lombok Timur 2026 akhirnya dibongkar. Dari total tersebut, anggaran paling fantastis justru tersedot untuk hajatan Pilkades serentak.
Fakta itu diungkap Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya dalam Rapat Paripurna DPRD Lotim, Senin 28 September 2026. Di forum resmi itu, Wabup menyebut Rp10,344 miliar dialokasikan khusus untuk panitia Pilkades tingkat desa.
“Besaran hibah untuk Pilkades memang paling besar, karena ini menyangkut hajat demokrasi di ratusan desa,” ungkap Wabup di hadapan pimpinan dewan dan Forkopimda.
Tak hanya Pilkades, dana hibah juga mengalir untuk mengapresiasi prestasi. Sebanyak Rp6,2 miliar diberikan kepada KONI Lotim sebagai bonus bagi atlet yang berjuang di Porprov NTB. Sementara Rp1 miliar disalurkan kepada LPTQ untuk qori dan qoriah yang baru saja mengharumkan nama Lombok Timur di MTQ tingkat provinsi.
Di luar hibah, Wabup juga membeberkan kondisi keuangan daerah yang tak kalah krusial. Dari penerimaan pembiayaan Rp121,199 miliar, Rp18,5 miliar dipinjamkan untuk menyelamatkan operasional RSUD dr. R. Soedjono Selong. Uang itu untuk membayar utang obat dan bahan medis habis pakai sebesar Rp2,5 miliar, serta Rp16 miliar sebagai dana talangan jika klaim BPJS Kesehatan seret.
Soal Belanja Tak Terduga yang dipangkas dari Rp26,1 miliar menjadi Rp21 miliar, Wabup punya alasan kuat. Tahun anggaran tinggal tiga bulan, sementara BTT sudah terpakai Rp8 miliar. Dalam tiga bulan terakhir saja, BTT sudah mengucur Rp7 miliar untuk penanganan darurat.
Untuk rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Wabup memastikan anggaran maksimal Rp50 miliar. Proyek itu sudah siap secara teknis dengan dokumen DED, UKL-UPL, hingga analisis lalu lintas. Pemda juga membuka donasi sukarela dari masyarakat, jika ada sumbangan masuk, pembiayaan akan disesuaikan.
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri itu dihadiri lengkap Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama, dan kepala OPD.
