“Bukan Minta Bansos, Tapi Minta Traktor”: Kalapas Selong Ajak Pemkab Lotim Garap Lahan Produktif Warga Binaan

SELONG Babarpis.com– Pertemuan Rabu (8/7) di ruang kerja Sekda Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, suasananya santai. Tapi yang dibahas jauh dari kata main-main.

Tamu yang datang Sudirman, Kepala Lapas Kelas IIB Selong. Agenda yang dibawa ketahanan pangan.

Lapas Selong Punya “Lumbung” Sendiri di Menanga Baris

Di depan Sekda, Kalapas membeberkan kegiatan di Pos SAE Menanga Baris.

Tempat itu sekarang fungsinya ganda. Selain pembinaan, juga jadi pusat produksi.

Ada sawah, ada kandang, ada kegiatan produktif warga binaan. Semua nyambung ke satu program besar Ketahanan Pangan.

“Kami tidak mau warga binaan hanya menunggu waktu. Mereka harus punya kegiatan, punya hasil, punya keterampilan,” ujar Sudirman.

Intinya Lapas tidak hanya membina, tapi juga memproduksi.

Proposal Tak Biasa: Hibahkan Traktor

Nah, di sinilah bedanya.

Kalapas tidak datang tangan kosong minta anggaran. Ia datang membawa proposal konkret berupa bantuan alsintan, khususnya traktor untuk menggarap lahan di Pos SAE.

Logikanya sederhana.

Lahan sudah ada. Warga binaan sudah siap kerja. Kalau ada traktor, produktivitas pasti naik berlipat. Hasilnya bisa dipakai internal, bisa juga disalurkan keluar.

“Dengan alat yang memadai, pembinaan kemandirian ini bisa jadi contoh. Dari Lapas, untuk masyarakat,” tegasnya.

Sinergi Dua Arah

Sekda Juaini Taofik merespons dengan nada optimis. Baginya, ini langkah maju.

Selama ini Lapas dan Pemkab jalan sendiri-sendiri. Lewat silaturahmi ini, dua institusi itu mulai menyamakan frekuensi. Sama-sama punya tujuan: memperkuat ketahanan pangan dan memberdayakan masyarakat.

Kalau sinergi ini jalan terus, efeknya tidak main-main. Program di Lapas Selong bisa berkembang, warga binaan dapat bekal, dan Pemkab Lotim dapat tambahan sumber pangan.

Bagikan: