Lombok Timur Barbarpos.com – Sambil menaruh batu pertama untuk gedung baru Yayasan Shirotul Khair Ambung, Bupati Lotim H. Haerul Warisin bawa kabar baik: ekonomi Lotim tumbuh 7% tahun ini. Angka tertinggi se-Pulau Lombok versi BPS, di luar sektor tambang. Sabtu (6/6/2026).
Angka itu bukan dari pabrik raksasa atau smelter. “Sumbawa Barat 30% karena Amman Mineral. Kalau Lotim 7%, itu dari pertanian. Dari keringat petani kita sendiri,” kata Bupati di hadapan Tuan Guru, BAZNAS NTB, dan warga.
Data Jujur, Masa Depan Terukur
Tumbuh 7% saja belum cukup kalau kebijakannya meleset. Makanya Bupati titip pesan penting: saat petugas BPS datang sensus ekonomi, jawab apa adanya.
“Jangan ditutup-tutupi, jangan dilebih-lebihkan. Data miskin ekstrem, miskin, atau tidak miskin itu yang dipakai pusat-daerah buat bikin program. Salah data, bantuan bisa salah sasaran,” pesannya.
Pesantren: Tulang Punggung Masa Depan
Usai bicara angka, Bupati geser ke obrolan yang lebih hangat: pendidikan. Lotim punya ribuan sekolah, ratusan SMP/MTs, dan puluhan ponpes. Tapi menurut Bupati, semua itu gak akan ada tanpa “semangat Tuan Guru yang gak pernah padam”.
“Pendidikan itu titik tolak pembangunan Lotim. Kalau sarana-prasarana pendidikan rapuh, masa depan kita rapuh,” ujarnya.
Bukti nyata: semua proposal ponpes yang masuk sudah dibantu pusat. Termasuk Yayasan Al-Khair, anggarannya sudah ready. Untuk Shirotul Khair Ambung, Senin depan semen bantuan Pemda langsung turun.
Tumbuh Bareng, Kuat Bareng
Di tengah ekonomi global yang gonjang-ganjing, Lotim milih jalur beda: kuatin pertanian, jaga data akurat, dan muliakan guru. Tiga kunci itu yang bikin Bupati optimis.
Acara peletakan batu pertama ini jadi simbol: ekonomi tumbuh dari sawah, tapi lompatnya lewat sekolah.