Lombok Timur, 8 Juni 2026_ –BarBarPos.Com || Kabar penghentian sementara distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kekecewaan di kalangan guru dan siswa sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Sakra Timur. Pemberitahuan mendadak yang diterima pihak sekolah dinilai kurang memberi ruang adaptasi bagi lembaga pendidikan yang sudah menjadwalkan program makan siang berbasis MBG.
Informasi penghentian itu tertuang dalam surat Badan Gizi Nasional – Yayasan Al Khasim Insan Sejati Nomor: 012/SPPG/SPb/VI/2026 tertanggal 6 Juni 2026. Dalam surat yang ditandatangani Kepala SPPG Lombok Timur Sakra Timur Lepak Timur 1, Bayu Surya Putrawan, S.P., disebutkan distribusi MBG dihentikan sementara terhitung mulai Senin, 8 Juni 2026 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Alasan utama yang dicantumkan adalah “kendala keterlambatan pencairan dana dan kendala lainnya”.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Sekolah Penerima Manfaat, seluruh PIC sekolah, dan PIC Kader Posyandu se-Sakra Timur.
Kekecewaan paling keras disuarakan dari Yayasan Pondok Pesantren di wilayah Sakra Timur, khususnya MA NWDI Gereneng. Para santri yang selama ini terbantu program MBG mendadak harus kembali menyiapkan bekal sendiri. Guru-guru juga kebingungan menyesuaikan jadwal kegiatan belajar karena jam istirahat terdampak.
Rubai, SE.ME, salah satu guru MA NWDI Gereneng, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.
“Kami kecewa berat dengan aturan baru dan pemberitahuan yang sangat mendadak ini. MBG sudah jadi bagian dari rutinitas anak-anak. Tiba-tiba stop tanpa kepastian kapan jalan lagi. Masa tidak ada solusi lain selain penghentian total? Seharusnya ada skema transisi, minimal bertahap, supaya anak-anak tidak kaget,” ungkapnya.
Menurut Rubai, pesantren dan madrasah swasta memang banyak bergantung pada program pemerintah untuk menekan beban orang tua santri. Penghentian tanpa jadwal jelas dikhawatirkan memukul semangat belajar siswa, apalagi sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami menyesalkan cara pemberitahuannya. Kalau kendalanya pencairan dana, wajar. Tapi komunikasi ke lapangan harus lebih awal dan lebih manusiawi. Guru, wali santri, dan pengelola yayasan butuh waktu untuk cari jalan keluar. Jangan anak-anak yang jadi korban kebingungan administrasi,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional dan Yayasan Al Khasim Insan Sejati belum memberikan penjelasan lanjutan selain isi surat edaran. Redaksi telah berupaya menghubungi Kepala SPPG Lombok Timur untuk konfirmasi lebih detail terkait skema pengganti dan kepastian waktu distribusi MBG kembali normal.
Para guru dan pengurus yayasan berharap ada komunikasi dua arah yang lebih intens. Mereka meminta BGN bersama mitra SPPG menyiapkan skenario darurat: misalnya penyaluran parsial, kerja sama dengan UMKM lokal, atau penundaan bertahap, agar dampak ke siswa bisa diminimalkan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Di Lombok Timur, program ini dikelola melalui satuan pelayanan SPPG dengan mitra yayasan lokal sebagai pelaksana distribusi. (001)