Diminta Masyarakat, Bukan Ambisi Pribadi: Fahrurrozi Siap Jaga Amanah Pimpin Boyemare 2027

Boyemare, Lombok Timur – BarBarPos.Com || Nama Fahrurrozi kini semakin sering disebut di setiap sudut Desa Boyemare. Bukan karena baliho atau kampanye. Tapi karena langkah kecilnya yang konsisten: hadir saat warga butuh, membuka pintu untuk anak muda, dan bergerak tanpa pamrih.

 

Kini, desakan itu semakin kuat. Puluhan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ibu-Ibu hingga para Petani Se Desa Boyemare meminta Fahrurrozi bersedia maju di Pemilihan Kepala Desa Boyemare periode Februari 2027. Alasannya satu: Boyemare butuh pemimpin yang dekat, bukan yang berjarak.

 

“Warga sudah capek janji manis. Kami mau pemimpin yang kalau kami ketuk pintunya jam 10 malam, tetap disambut dengan senyum. Fahrurrozi itu orangnya,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Boyemare. Rabu (10/06/26)

 

Fahrurrozi dikenal bukan dari ruang AC kantor desa. Ia lebih sering nongkrong di berugak, ngopi bareng bapak-bapak tani, Diskusi bareng pemuda, dan dengar keluh kesah ibu-ibu.

 

“Anak muda Boyemare selama ini merasa tidak punya ruang. Tapi sejak ada Kak Rozi, kami diajak diskusi, diajak bikin kegiatan, diajak mikir ‘desa kita bisa apa’. Beliau welcome, tidak pernah memandang kami sebelah mata,” kata Salah satu perwakilan Karang Taruna Desa Boyemare.

 

Bagi Fahrurrozi, membangun desa bukan soal proyek besar yang megah. Tapi soal menyelesaikan masalah kecil yang tiap hari mencekik warga: jalan rusak, UMKM stuck, anak muda yang bingung kerja, dan gotong royong yang mulai pudar.

 

“Begitulah beliau. Hatinya memang untuk orang banyak. Makanya kami, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, semua sepakat dorong beliau maju. Boyemare butuh kepala desa yang berjiwa sosial, bukan berjiwa pencitraan,” ungkap Ibu Ibu Desa Boyemare.

 

Menanggapi desakan warga, Fahrurrozi mengaku terharu. Ia tidak langsung menjawab “iya”. Tapi ia menjawab dengan air mata dan tekad.

 

“Saya ini anak Boyemare. Saya lahir di tanah ini, besar dari keringat orang tua kita semua. Kalau warga percaya saya bisa jaga amanah, saya siap. Tapi saya tidak janji jadi kepala desa yang hebat. Saya hanya janji jadi kepala desa yang hadir. Hadir untuk petani, untuk anak muda, untuk ibu-ibu, untuk semua.

 

Mimpi saya sederhana: Boyemare bisa mandiri, produk UMKM-nya dikenal luar Lombok, anak mudanya tidak harus merantau. Desa kita bisa mendunia dan cemerlang, tapi tetap berakar pada gotong royong,” ucap Fahrurrozi dengan suara bergetar.

 

Hingga berita ini ditulis, dukungan untuk Fahrurrozi terus mengalir. Dari masjid ke masjid, dari berugak ke berugak. Warga Boyemare seperti sudah sepakat: Februari 2027 bukan sekadar Pilkades. Ini momentum kebangkitan desa. (001)

 

Bagikan: