Lombok Timur Barbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) resmi memulai uji coba digitalisasi bantuan sosial. Peluncuran Portal Perlinsos dilakukan Jumat pagi, 31 Juli 2026 di halaman Kantor Bupati Lombok Timur.
Bupati H. Haerul Warisin hadir langsung bersama Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik dan jajaran kepala OPD. Kehadiran mereka menjadi penanda keseriusan Pemkab dalam membenahi tata kelola data sosial.
Lombok Timur terpilih sebagai salah satu dari 43 kabupaten atau kota percontohan nasional untuk transformasi digitalisasi bansos. Kepercayaan dari pemerintah pusat itu disebut Bupati sebagai momentum penting.
“Saya apresiasi seluruh agen dan masyarakat yang terlibat. Para agen ini garda terdepan untuk mensosialisasikan sekaligus mendampingi warga memahami sistem digital,” kata Haerul Warisin.
Ia juga menekankan bahwa pekerjaan mendata bukan sekadar urusan administrasi.
“Memberikan bantuan bukan hanya dalam bentuk sedekah, tetapi membantu mendata masyarakat juga merupakan pekerjaan yang mulia. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk melakukan pemutakhiran data,” tegasnya.
Sekda H. Muhammad Juaini Taofik dalam laporannya merinci, sebanyak 2.576 agen Perlinsos dikerahkan. Agen itu berasal dari berbagai unsur. Mulai dari ASN PNS dan PPPK sebanyak 1.243 orang, pendamping PKH 333 orang, TKSK 16 orang, LKS 143 orang, PSM 137 orang, perangkat desa 254 orang, kepala lingkungan dan kader 400 orang, hingga FKDM 50 orang.
Target tahap pertama tidak main-main. Sekitar 140.000 kepala keluarga pada desil 1 sampai desil 4 akan didata terlebih dulu. Setelah itu dilanjutkan pemutakhiran untuk 501.140 KK di seluruh Lombok Timur.
“Tujuannya untuk mempercepat pelayanan perlindungan sosial agar semakin cepat, semakin tepat sasaran, dan semakin akuntabel,” ujar Juaini Taofik.
Usai apel, agen yang belum punya Identitas Kependudukan Digital diarahkan ke layanan Dukcapil untuk aktivasi IKD. Perwakilan OPD juga mengikuti Training of Trainers agar paham cara mengoperasikan aplikasi di Portal Perlinsos.
Dengan sistem digital ini Pemkab berharap penyaluran bansos tidak lagi lambat dan rancu. Data yang akurat dan transparan diharapkan memastikan bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.

