MANGGARAI – Barbarpos.com || Gempa magnitudo 7,7 mengoyak Nusa Tenggara Timur pekan ini. Rumah roboh, masjid rata dengan tanah, dan ratusan keluarga harus tidur di bawah tenda. Di tengah itu, solidaritas dari seberang pulau datang.
Minggu (7/9/2026), Yayasan Rinjani Nusantara Lombok (YRNL) bersama jaringan komunitas NTB dan MUI Kecamatan Reok tiba di Manggarai membawa bantuan. Bukan lewat kantor, tapi langsung ke titik pengungsian.
Ada tiga lokasi yang jadi prioritas. Kelurahan Mata Air di Kecamatan Reok, tempat warga kehilangan hampir semua harta. Pondok Pesantren Darul Mukhlasin di Kelurahan Reo yang kini penuh anak-anak pengungsi dari Manggarai dan Manggarai Timur. Lalu Dusun Waso di Desa Santar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, desa paling parah terdampak.Penyaluran difokuskan pada tiga titik krusial yang paling terdampak. Pertama, pemukiman warga di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Kedua, Pondok Pesantren Darul Mukhlasin di Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Ruteng, yang menampung anak-anak terdampak dari wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Ketiga, Dusun Waso, Desa Santar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Warga Dusun Waso, Abdurrazak, menahan isak saat bercerita. Di kampungnya 8 orang meninggal, lebih dari 300 rumah hancur, dan 2 masjid ambruk. Di Kecamatan Reok dan Reok Barat masing-masing 7 orang dinyatakan meninggal.
“Kerusakan di sini luar biasa. Kami butuh bantuan apa saja,” ucapnya singkat.
Truk-truk kecil YRNL menurunkan beras, minyak goreng, telur, air mineral, dan sayur segar. Tim relawan tidak hanya menurunkan barang. Mereka menyapa, mencatat nama, dan menyerahkan bantuan bersama kepala desa serta tokoh setempat agar tidak ada yang terlewat.
Ketua Umum YRNL, Moh. Nawawi Ishaq, melihat langsung kondisi pengungsi. Anak-anak, ibu, hingga lansia masih bertahan di tenda darurat.
“Warga dari anak-anak hingga lansia saat ini masih bertahan di bawah tenda pengungsian. Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pasokan air bersih untuk sanitasi harian, mengingat wilayah tersebut juga sedang dilanda kekeringan,” jelasnya.
Bantuan ini lahir dari kerja kolektif. Turun Tangan Lombok Timur, Majlis Tazkiyatul Qulub, Serikat Gerakan Lombok Community, Pecinta Gunung Adventure, Komunitas Pecinta Alam Lotim, Boxer Mataram, sampai Yayasan Ponpes Al-Wadiyah NW Kebun Erat Selong ikut menggalang.
Ketua MUI Kecamatan Reok, Ustadz Usman Wahid, menyebut kedatangan relawan NTB lebih dari sekadar logistik.
“Kehadiran bantuan ini memberikan penguatan moral bahwa saudara kita di Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat tidak berjuang sendirian,” ujarnya.
Bagi masyarakat Sunda Kecil, ini seperti membayar utang kebaikan. Saat Lombok diguncang gempa beberapa tahun lalu, warga NTT termasuk yang pertama mengirim bantuan. Kini giliran NTB yang hadir.
YRNL memastikan bantuan tidak berhenti di dapur umum. Perwakilan tim, Herman Efendi, mengatakan tahap berikutnya adalah pemulihan. Fokusnya dua hal: pendampingan psikososial atau trauma healing untuk anak-anak, dan perbaikan fasilitas umum yang rusak ringan.
Yayasan Rinjani Nusantara Lombok adalah lembaga kemanusiaan non-profit yang fokus pada penanggulangan bencana, aksi sosial, dan pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia.
