Rekreasi Perpisahan di Gili Lampu Berakhir Tragis: Siswi SD 5 Pengadangan Tewas Tersengat Listrik

Lombok Timur, Barbarpos.com – Hari yang seharusnya penuh tawa dan kenangan manis perpisahan kelas 6 SD 5 Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, berubah menjadi duka mendalam. Sabtu, 6 Juni 2026 sekitar pukul 13.00 WITA, kegiatan wisata ke Pantai Gili Lampu, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia berakhir tragis setelah salah satu siswi meninggal dunia diduga tersengat aliran listrik di kamar bilas milik warga.

Kronologi: Dari Pantai ke Bilas Terakhir
Sejak pukul 09.00 WITA, rombongan siswa kelas 6 bersama guru pendamping tiba di Gili Lampu. Pantai kecil di ujung timur Lombok itu dipilih sebagai lokasi perpisahan kelulusan. Anak-anak tampak ceria bermain air dan berfoto bersama teman-teman.

Usai puas menikmati pantai, rombongan bersiap menunaikan sholat Zuhur. Mereka kemudian bergantian menuju kamar bilas milik Sdr. Sarah di Dusun Transad untuk membersihkan diri.

Berdasarkan keterangan saksi Emiyudia, 35 tahun, guru rombongan asal Dusun Pengadangan, saat kejadian ada 4 siswa di sekitar bilas. Dua orang, *Arena Olivia* dan *Cindi Ayu Atira*, keduanya 12 tahun, masuk ke dalam bilas. Dua lainnya menunggu di luar.

“Tiba-tiba saya dengar teriakan dari dalam bilas, lalu ada suara seperti seng jatuh. Kami langsung panik,” ungkap Emiyudia kepada petugas. Pemilik warung, Ibu Sarah, segera berlari ke belakang dan mendapati Arena Olivia sudah tergeletak di lantai kamar mandi. Cindi Ayu Atira juga dalam kondisi lemah.

Upaya Pertolongan dan Kabar Duka
Tanpa menunggu lama, keduanya dilarikan ke Puskesmas Sembelia menggunakan kendaraan warga. Tim medis langsung memberi pertolongan. Namun nyawa Arena Olivia, siswi kelahiran 10 Oktober 2013 asal Dusun Bebokar, Desa Pengadangan, Kec. Pringgasela, tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia di PKM Sembelia.

Sementara itu, Cindi Ayu Atira, rekan sebangku Arena yang juga beralamat di Dusun Pengadangan, masih menjalani perawatan intensif di PKM yang sama hingga berita ini diturunkan.

Jenazah Arena Olivia telah dipulangkan ke rumah duka di Dusun Bebokar dengan ambulans PKM Sembelia. Isak tangis keluarga dan teman-teman mengiringi kepergian siswi yang dikenal ceria itu.

*Dugaan Sementara: Mesin Air Konslet*
Kasihumas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi, dalam keterangan resminya, menyampaikan dugaan sementara penyebab kejadian adalah kelalaian pemilik bilas. Mesin air atau pompa yang digunakan di kamar bilas diduga mengalami konslet tanpa diketahui pemiliknya.

“Korban meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik dari mesin air di tempat pembilasan. Pemilik tidak mengetahui kondisi mesin dalam keadaan korsleting,” jelas IPTU Lalu Rusmaladi.

Polisi bersama saksi-saksi di TKP seperti Nurullah, 44 tahun, warga Desa Rarang, Kec. Terara, Emiyudia, dan Samsudin, 36 tahun, petani dari Dusun Tibo Pandan, telah dimintai keterangan. Langkah lanjutan yang dilakukan kepolisian meliputi olah TKP, pemasangan police line, koordinasi dengan tim INAFIS Polres Lotim, serta komunikasi dengan pihak PKM Sembelia. Laporan resmi juga telah dibuat dan dilaporkan ke pimpinan.

Imbauan Keras untuk Pengelola Wisata
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengelola tempat wisata, warung, homestay, dan fasilitas umum lainnya di Lombok Timur. IPTU Lalu Rusmaladi menekankan pentingnya pengecekan berkala instalasi listrik, khususnya di area basah seperti kamar mandi, kamar bilas, dan dapur.

“Kami imbau pengelola wisata wajib memastikan semua instalasi listrik, termasuk mesin air, pompa, dan colokan, menggunakan pengaman standar dan dalam kondisi baik. Jangan sampai ada korban lagi karena kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.

Ia juga meminta guru dan orang tua untuk selalu mendampingi anak-anak saat beraktivitas di tempat wisata, serta memastikan fasilitas yang digunakan benar-benar aman.

“Orang tua korban telah membuat pernyataan dengan menerima ini sebagai musibah dan menolak outopsi” pungkasnya.

Duka untuk Semua
Perpisahan sekolah adalah momen yang dinanti setiap siswa. Tapi di Gili Lampu hari itu, momen itu berubah jadi luka. Kepergian Arena Olivia meninggalkan duka bagi keluarga, sekolah SD 5 Pengadangan, dan seluruh warga Lombok Timur.

Semoga almarhumah Arena Olivia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk Cindi Ayu Atira, semoga segera pulih dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Peristiwa ini semoga jadi pelajaran terakhir dan tidak terulang lagi di tempat wisata manapun.

Bagikan: