BULOG NTB BUNGKAM! Tolak Temui Massa, Perhimpunan Pemuda Sasak Tegaskan: Pimpinan Wilayah Harus Dicopot

Mataram, NTB – BarBarPos.Com || Perhimpunan Pemuda Sasak (PASEK SASAK) kembali turun ke jalan. Massa menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di depan Kantor Perum BULOG Wilayah Nusa Tenggara Barat, sebagai protes atas dugaan kelalaian manajemen dalam kasus beras oplosan yang menggemparkan masyarakat NTB.

 

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan diwarnai pembakaran replika pocong. Replika bertuliskan “Pejabat BULOG” itu dibakar sebagai simbol pemusnahan mafia beras oplosan hingga ke akar-akarnya.

 

Ironisnya, hingga seluruh rangkaian orasi selesai, Pimpinan BULOG NTB tidak bersedia menemui massa aksi. Massa bahkan memberikan waktu tambahan selama 30 menit pasca orasi untuk dialog terbuka.

 

Namun hingga batas waktu habis, tidak satu pun pimpinan yang keluar menemui peserta aksi.

 

> “Kami datang membawa aspirasi rakyat, bukan membuat keributan. Tetapi ketika pimpinan memilih bersembunyi dan tidak berani berdialog, publik berhak menilai sendiri bagaimana kualitas kepemimpinan di BULOG NTB,” tegas Rasyid Fakhrozi, Koordinator Umum Aksi. (Kamis, 02/07/26)

 

Koordinator Umum menegaskan aksi ini tidak mengintervensi proses hukum. Fokus utama adalah pertanggungjawaban moral dan administratif pimpinan BULOG NTB atas kegagalan sistem pengawasan distribusi.

 

> “Kasus beras oplosan tidak boleh berhenti pada penangkapan beberapa pelaku lapangan. Yang harus dipertanyakan adalah siapa yang gagal mengawasi sehingga praktik itu bisa berlangsung. Seorang pimpinan tidak boleh berlindung di balik proses hukum. Kepemimpinan harus bertanggung jawab,” ujar Rasyid.

 

*Lalu Zui Ardi selaku Korlap I* dalam orasinya menyoroti posisi rakyat sebagai korban utama.

 

> “Beras adalah kebutuhan pokok masyarakat. Ketika beras program pemerintah justru dioplos, maka yang menjadi korban adalah rakyat kecil… Kalau pengawasan berjalan baik, praktik beras oplosan tidak mungkin tumbuh begitu besar.”

 

*Renggo Wawan, Korlap II*, membakar simbol pocong sebagai bentuk perlawanan.

 

> “Ini adalah simbol matinya integritas. Simbol matinya pengawasan. Yang kami bakar adalah simbol kelalaian, pembiaran, dan ketidakberanian mengambil tanggung jawab. Kami ingin BULOG NTB bersih. Kami ingin negara hadir melindungi rakyat, bukan melindungi jabatan.”

 

*Taufik Hidayat selaku Ketua Perhimpunan Pemuda Sasak* melalui Koordinator Umum menyampaikan 6 tuntutan utama:

 

1. *Mendesak Menteri BUMN dan Dirut Perum BULOG segera mencopot Pimpinan Wilayah BULOG NTB* atas gagalnya sistem pengawasan distribusi beras di NTB.

2. Mendesak BULOG NTB membuka hasil audit investigatif kasus beras oplosan kepada publik.

3. Mendesak publikasi menyeluruh evaluasi dan reformasi sistem pengawasan distribusi beras.

4. Mendesak pemutusan kerja sama terhadap seluruh mitra yang terbukti melakukan pelanggaran.

5. Mendesak pembentukan pengawasan bersama yang melibatkan masyarakat sipil, akademisi, media, organisasi kepemudaan, dan APH.

6. Mendesak APH mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa berhenti pada pelaku lapangan.

 

Di akhir aksi, massa menegaskan perjuangan *tidak akan berhenti sampai ada langkah nyata dari pemerintah dan manajemen Perum BULOG*. Aksi ditutup dengan pembakaran replika pocong sebagai tekad mengawal pemberantasan mafia pangan di NTB. (001)

Bagikan: