LOMBOK TIMUR – Barbarpos.com Bayangkan 2 hektar kayu dan bambu, dialiri listrik 1500 KWH yang sudah overload. Di bawahnya 1.500 pedagang berjualan. Di atasnya, kabel tua menggantung dan stut gosong.
Itulah Pasar Pancor hari ini. Mesin PAD terbesar Lombok Timur yang duduk di atas api.
Kepala Pasar Pancor Rudy Wahyudi tidak lagi bisa tenang. Sejak pasar dibangun 2008, perawatan fisik nihil. Yang pernah disentuh hanya lampu.
“Panel listrik untuk tiap los tidak ada. Seharusnya ada 3 panel, satu untuk tiap los. Anggarannya sekitar 100 juta. Kalau tidak dipenuhi ya overload terus,” katanya, Rabu (3/9/2026).
Overload itu sudah memakan korban. Stut beberapa kali terbakar. Kabel pernah meleleh dan menetes ke lantai. Beruntung selalu ketahuan saat masih kecil.
Masalahnya, jika api telat 5 menit saja diketahui, yang terbakar bukan satu los. Yang ludes bisa seluruh pasar.
Karena struktur Pancor adalah mimpi buruk petugas Damkar. Lantai 2 penuh kayu. Kolong los penuh bambu. Begitu percikan muncul, api tidak butuh waktu lama untuk besar.
Laporan ke Dinas Perdagangan sudah masuk. Jawabannya klasik: menunggu anggaran.
“Mestinya pedagang tidak dilarang pakai listrik. Mereka bayar retribusi tiap hari. Kami minta aman, tapi fasilitasnya tidak pernah aman,” ujar Rudy getir.
Padahal logikanya sederhana. Pasar yang menyetor PAD paling besar ke kas daerah, harusnya dapat perlindungan paling besar juga.
Camat Selong L. Ridho sepakat ini zona merah. Untuk sekarang hanya bisa perkuat patroli Damkar dan polisi tiap malam.
“Jangka pendek kita perkuat patroli dan monitoring. Jangka panjang harus ada revitalisasi. Tujuannya agar pedagang tenang berjualan dan pembeli tidak was-was,” katanya.
Dari kantor dinas, Kadis Perdagangan Fathurrahman mengaku sudah mengeluarkan imbauan. Cek instalasi, patroli jam sibuk, perbaiki yang rusak, edukasi pedagang, lapor cepat.
“Kami sedang mengecek kondisi semua instalasi listrik pasar-pasar kita. Insya Allah tahun depan secara bertahap kita fokus perbaikan dan merapikan instalasi listrik pasar-pasar kita,” ujarnya.
Tahun depan. Sementara malam ini, di Pasar Pancor, kabel masih bekerja lembur.
Seratus juta. Itu harga untuk 3 panel pencegah kebakaran.
Pertanyaannya kini tinggal satu: siapa yang sampai duluan ke Pancor, tim teknisi dengan panel baru, atau api dengan lidahnya.
