Terobosan Baru BAZNAS Lotim! Bentuk UPZ di Kawasan Kuliner, Bidik Zakat UMKM

LABUAN HAJI – BarBarPos.Com|| Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus melakukan terobosan dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Melalui strategi jemput bola berbasis komunitas kuliner dan sektor agraria, BAZNAS Lombok Timur resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UMKM Sunrise Point, Kecamatan Labuan Haji, Kamis (2/7/2026).

 

Langkah strategis ini dirangkai langsung dengan agenda Sosialisasi ZIS-DSKL dan UPZ Pertanian yang menyasar para petani kelapa serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata Sunrise Land, Labuan Haji. Bersinergi melalui program pendayagunaan, gerakan ini diikhtiarkan untuk mengakselerasi visi besar menuju “Lombok Timur dan BAZNAS Smart”.

 

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, yang didampingi oleh Wakil Ketua I, Sekretaris, Kepala Bagian (Kabag) Pengumpulan, serta jajaran Dewan Syariah BAZNAS Lombok Timur.

 

“Dalam arahannya, Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menekankan bahwa potensi zakat di sektor informal seperti UMKM kuliner dan pertanian rakyat sangatlah besar, namun selama ini belum terkelola secara maksimal dan terorganisir”

 

“Melalui pembentukan UPZ UMKM Sunrise Point ini, kami ingin mendekatkan pelayanan zakat kepada para pelaku usaha. Ini bukan sekadar tentang mengumpulkan dana, melainkan sebuah siklus kebaikan. Dari umat, dikelola secara profesional, dan dikembalikan lagi kepada umat dalam bentuk program pemberdayaan,” ujar H. Muhammad Kamli.

 

Ia menambahkan, kehadiran UPZ di tengah komunitas kuliner lokal ini diharapkan mampu menjadi stimulus ekonomi yang nyata. BAZNAS berkomitmen untuk menyelaraskan program ini dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha kecil yang berkelanjutan.

 

Selain menyasar pelaku UMKM, kehadiran Dewan Syariah BAZNAS Lombok Timur dalam sosialisasi ini juga memberikan edukasi mendalam mengenai regulasi dan fiqih zakat pertanian, khususnya bagi para petani kelapa di wilayah Labuan Haji.

 

BAZNAS mengajak para petani secara persuasif untuk menyalurkan zakat hasil pertanian mereka secara resmi melalui lembaga negara, bukan lagi sekadar memberi secara personal tanpa pencatatan yang jelas. Dengan menyalurkan zakat secara resmi, distribusi manfaatnya akan jauh lebih merata, terukur, dan mampu menyentuh mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh pelosok Lombok Timur.

 

Integrasi antara UPZ UMKM dan UPZ Pertanian ini menjadi bagian dari peta jalan (roadmap) menuju BAZNAS Smart. Sistem digitalisasi pencatatan dan transparansi penyaluran akan diterapkan agar para muzaki (pemberi zakat) dari kalangan petani dan pedagang dapat memantau langsung dampak dari dana yang mereka titipkan.

 

Dengan ekosistem yang transparan dan akuntabel ini, BAZNAS Lombok Timur optimis dapat membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus mendukung visi pembangunan daerah yang maju dan sejahtera.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor di Sunrise Land Labuan Haji ini, BAZNAS membuktikan bahwa zakat tidak hanya bernilai ibadah spiritual, tetapi juga menjadi instrumen penggerak roda ekonomi yang kuat dari hulu ke hilir. (001)

Bagikan: