LOMBOK TIMUR Barbarpos.com – Semangat membara mewarnai GOR Sporthall Kabupaten Lombok Timur, Ahad pagi (5/7/2026). 639 atlet putra-putri berseragam kebanggaan Lotim berbaris rapi. Di dada mereka tersemat harapan 1,3 juta warga Lombok Timur yang akan bertarung di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XXII NTB di Kota Mataram.
Sebelum diberangkatkan, mereka terlebih dahulu mengikuti jalan sehat dan pemeriksaan kesehatan. Ini sinyal: Lotim datang bukan sekadar ikut, tapi siap menang.
“Dari Kostum Saja Kita Sudah Juara”
Suasana makin menggelegar saat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, maju ke podium untuk melepas kontingen.
Mata Sekda menyapu barisan atlet yang gagah dengan kostum kebanggaan. Kalimat pertamanya langsung mengangkat moral.
“Dari penampilan kostum saja sepertinya kita sudah juara. Apakah kita pertahankan posisi juara 3, naik ke juara 2, atau melambung ke juara 1? Yang penting kita niatkan yang terbaik,” ucapnya lantang.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Sekda Juaini membawa pesan penting dari Bupati Lombok Timur. Target Porprov kali ini naik satu tingkat dari edisi sebelumnya.
“Belajar dari MTQ kemarin di Praya, juara 2 itu sebenarnya sama dengan juara pertama. Semoga di Kota Mataram target juara dua umum yang diberikan Pak Bupati kepada KONI bisa tercapai,” tambahnya.
Turun di 45 Cabor: Kekuatan Paling Gemuk Kedua
Lombok Timur menurunkan kontingen “gemuk”. Dari total 52 cabang olahraga yang dipertandingkan, Lotim ikut di 45 cabor. Jumlah ini hanya kalah dari tuan rumah Kota Mataram.
Artinya, hampir semua cabor diisi atlet Lotim. Dari olahraga bela diri, atletik, akuatik, sampai olahraga beregu dan permainan.
Namun Sekda mengingatkan, jumlah bukan jaminan. Yang lebih penting adalah jiwa tim.
“Porprov bukanlah ajang prestasi perorangan, melainkan wujud kekompakan seluruh cabang olahraga,” tegasnya.
Ia lalu memberi wejangan yang jadi sorotan: “Di kompetisi beregu, tidak mesti skill perorangan menjadi andalan. Kerja sama dan kekompakan menjadi kunci sukses. Saya sarankan belajar dari orang bijak, kolaborasi wonderful things. Jika tim bekerja sama dengan baik, maka insya Allah sesuatu yang indah akan terwujud.”
Kalimat “kolaborasi wonderful things” itu sontak mendapat aplaus. Pesannya jelas: lepas ego, dahulukan tim.
Pesan untuk Kampung Atlet: Jaga Diri, Jaga Nama Baik
Sekda juga berpesan khusus selama kontingen berada di kampung atlet di Mataram selama 10 hari ke depan.
“Jaga kesehatan dan kebugaran masing-masing. Setelah resmi dilepas oleh Bupati sebagai kontingen resmi, seluruh elemen diharapkan saling mendukung dan mendoakan,” pintanya.
Ia meminta para atlet menjadi duta Lombok Timur yang baik. Menjaga sportivitas, disiplin, dan nama baik daerah.
Apresiasi untuk Para Arsitek di Balik Layar
Keberangkatan 639 atlet ini tentu bukan kerja semalam. Sekda tak lupa mengapresiasi kerja keras semua pihak.
Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada Ketua Harian dan seluruh jajaran fungsionaris KONI Kabupaten Lombok Timur, pimpinan cabang olahraga, pelatih, official, hingga OPD terkait yang sudah bahu-membahu mempersiapkan keberangkatan.
“Terima kasih atas kerja kerasnya. Semoga sejak hari ini selama sepuluh hari ke depan hingga pelaksanaan pertandingan dan kepulangan nanti, seluruh kontingen senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan kemudahan,” doanya.
Hadir dalam pelepasan tersebut Ketua Harian KONI Lotim beserta seluruh jajaran, dan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Garis Start Sudah Dibunyikan
Dengan komposisi 639 atlet di 45 cabor dan target juara 2 umum, beban memang berat. Tapi jika benar “kolaborasi wonderful things” yang diusung Sekda bisa diwujudkan di lapangan, bukan tidak mungkin bendera Lombok Timur berkibar paling tinggi di Mataram.
Kini, giliran para atlet yang menjawab di arena. Selamat berjuang, kebanggaan Lotim!

