LOMBOK TIMUR Babarpos.com – Satu somasi mengguncang PT Tower Bersama. Tower telekomunikasi di Desa Pringgabaya, Lotim, yang berdiri 11 tahun, kini dipersoalkan. Lahan 700 meter persegi itu diduga disewa dari orang yang bukan pemilik.
Somasi resmi bernomor 009/SOMS-GI/VI/2026 sudah dikirim 23 Juni 2026 ke direksi PT Tower Bersama.
“Pemiliknya Masih Hidup, Tapi Dibuat Surat Mati”
Kuasa hukum dari LSM Garuda Indonesia menyebut kliennya Lalu Muhammad Faesal adalah pemilik sah.
Yang bikin gaduh perjanjian sewa 2016 ditandatangani orang lain.
“Bukti paling kuat kami, pihak yang tanda tangan bukan pemilik lahan,” tegas Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, Selasa (7/7/2026).
Dugaan pemalsuan makin kuat. Zaini menyebut saat kontrak pertama dibuat, nama kliennya sengaja “dimatikan” di atas kertas.
“Pada saat kontrak tower pertama 11 tahun lalu, klien kami diduga dibuatkan surat kematian untuk memuluskan persyaratan. Padahal beliau masih hidup dan ada di Kalimantan,” ungkapnya.
Bukti penguasaan fisik, kata Zaini, juga kuat. Lahan itu nyata dikuasai Faesal dan diketahui warga serta Pemdes Pringgabaya.
Kontrak Habis Januari 2027, Perpanjangan Ditahan
Somasi ini bukan tanpa sebab. Kontrak sewa tower akan habis Januari 2027. Dan pihak Faesal menolak diperpanjang ke orang lain.
Isi somasi jelas, 1. Minta klarifikasi tertulis dari PT Tower Bersama. 2. Buka ruang mediasi. 3. Jangan perpanjang sewa ke pihak lain sebelum status hukum lahan jelas.
Mediasi di kantor desa pada 6 Juli 2026 buntu. Tidak ada kata sepakat.
“Kami masih beri ruang damai. Tapi kalau tidak ada itikad baik, kami gugat,” ancam Zaini.
Ia juga jujur, belum ada putusan pengadilan atau BPN yang membatalkan sertifikat lawan. Semua masih proses.
Tower Bisa Mati Sinyal
Jika PT Tower Bersama nekat perpanjang, mereka berpotensi terseret sengketa perdata bahkan pidana.
Jika mengalah, satu tower di Pringgabaya bisa kehilangan tempat. Sementara ribuan pelanggan butuh sinyal.
11 tahun beroperasi, kini keabsahan kontraknya diuji.
Pertanyaannya tinggal satu yakni PT Tower Bersama mau bertanggung jawab, atau pura-pura tidak tahu?.

