BAZNAS Lotim Ajak Mahasiswa, Pelajar dan Pemuda Bergerak untuk NTT

LOMBOK TIMUR – Barbarpos.com || Bukan hanya bencana di depan mata yang harus digerakkan. BAZNAS Kabupaten Lombok Timur mengajak seluruh elemen muda di daerah ini menyalurkan kepedulian hingga ke Nusa Tenggara Timur.

Ajakan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Gerakan Kemanusiaan yang mempertemukan BAZNAS Lotim dengan Forum Mahasiswa se-Kabupaten Lombok Timur, Forum OSIS dan OSIM, serta sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda. Satu meja, satu tujuan, meringankan beban saudara yang terdampak gempa bumi di NTT, sekaligus merespons tragedi kemanusiaan di Pulau Lombok.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur Drs. H. Muhammad Kamli menegaskan, gerakan kemanusiaan harus terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Ia hadir bersama Wakil Ketua II Dr. H. Hamidi, S.T., http://M.Pd dan Kepala Bagian Keuangan dan Pelaporan Syamsul Hadi untuk memastikan setiap langkah berjalan akuntabel.

“Kita ingin anak muda Lotim jadi garda terdepan solidaritas. Bantuan bukan hanya soal uang, tapi juga kehadiran, doa, dan dukungan psikososial bagi mereka yang sedang berduka,” kata Muhammad Kamli.

Rapat menghasilkan pembagian peran yang jelas. Forum mahasiswa akan menjadi motor penggerak kesadaran di kampus dan media sosial. OSIS dan OSIM bertugas menanamkan pendidikan karakter dan semangat berbagi di sekolah. Sementara OKP diminta memperluas jaringan hingga ke desa-desa, sehingga donasi bisa menjangkau lebih luas.

Penggalangan dana akan dikelola langsung oleh BAZNAS dengan prinsip amanah. Setiap rupiah yang masuk dicatat terbuka, agar masyarakat yang menitipkan bantuan yakin sampai kepada penerima.

Dr. H. Hamidi menyebut, semangat “Dari Lombok untuk Kemanusiaan” dipilih agar jarak tidak jadi alasan diam. Gempa NTT mengingatkan bahwa sesama anak bangsa harus saling menguatkan.

“Ini bukan gerakan satu kali. Kami ingin membangun ekosistem kepedulian yang terus hidup. Ketika saudara kita terluka, kepedulian kita adalah bentuk nyata persaudaraan,” ujarnya. Rabu (26/8/2026).

Gerakan ini juga menjadi ruang belajar bagi pelajar dan mahasiswa. Mereka tidak hanya menyumbang, tapi ikut turun merancang kampanye, menggalang, hingga menyalurkan bantuan. Dengan begitu nilai gotong royong tidak hanya diucapkan, tapi dipraktikkan.

BAZNAS Lotim menargetkan penggalangan dana segera dimulai dalam waktu dekat. Hasilnya akan disalurkan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan di NTT dan di Lombok untuk korban bencana maupun warga yang terdampak persoalan sosial.

Pada akhirnya, rapat ini meninggalkan satu pesan. Besar kecilnya donasi bukan ukuran utama. Yang terpenting adalah seberapa besar kepedulian yang tumbuh. Karena ketika satu wilayah berduka, kepedulian dari wilayah lain adalah obat yang paling manusiawi.

Bagikan: